<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom"><id>tag:hilman.blog.co.uk,2009-11-07:/</id><title>Kata Isi Hati</title><link rel="self" href="http://hilman.blog.co.uk/feed/atom/posts/"/><link rel="alternate" type="text/html" href="http://hilman.blog.co.uk/"/><generator version="1.0">MokoFeed</generator><updated>2009-11-07T19:31:12+01:00</updated><entry><id>tag:hilman.blog.co.uk,2007-02-08:/2007/02/08/kata_isi_hati~1701378/</id><title>Untitled</title><link rel="alternate" type="text/html" href="http://hilman.blog.co.uk/2007/02/08/kata_isi_hati~1701378/"/><author><name>hilman</name></author><published>2007-02-08T05:09:09+01:00</published><updated>2007-02-11T07:30:16+01:00</updated><content type="html">	&lt;p&gt;Aku mulai dengan Bismillahirohmanirrohim...&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Sebelum aku tulis semua yang ada di dalam hati ini, aku mau memperkenalkan diri aku dulu.Panggilanku &lt;a href="http://www.friendster.com/user.php"&gt;Hilman&lt;/a&gt;, nama lengkapnya Gusti Hilman Alhazmi, aku tinggal di di Indonesia, di pulau Borneo, tepatnya di Borneo Timur di sebuah kota yang bernama Samarinda. Kota yang sudah mengubah semua kehidupanku dengan sangat-sangat drastis.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Aku tak pernah berpikir akan membuat sebuah blog, aku betul-betul awam soal internet, tak pernah terpikir aku akan duduk tenang di sebuah warnet dengan sebuah PC kuno ber-OS 98 dengan layar "17, dengan kursi yang selalau berderit setiap kali aku bergerak, pendingin udara yang bising, di siang yang lumayan panas, Kamis, 8 Februari 2007, sebuah pikiran&lt;strong&gt; iseng&lt;/strong&gt; tentang membuat Blog tiba-tiba terlintas&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Samarinda bagiku adalah sebuah kota yang "unik", mungkin biasa saja bagi sebagian orang, tapi tidak bagiku, aku terlahir di Balikpapan  -118 km selatan Samarinda-  2 Februari 1991 dan tinggal di sana selama hampir 15 tahun, dan karena sutau alasan aku memutuskan pindah ke kota ini. Keadaan Balikpapan dengan Samarinda sangat jauh berbeda, Balikpapan adalah sebuah kota jasa dan Samarinda adalah kota dagang, kota ini dibelah sebuah sungai besar, sungai yang sudah mulai dangkal akibat sedimentasi, penuh debu, drainese yang tersumbat, jalan yang rusak dan tak rata. Itulah Samarinda, sedangakan Balikpapan merupakan kota pinggir pantai dengan jalan yang bersih, udara yang bersih, kota yang bersih dan orang-orang yang tampaknya bersih.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Hidup disini sangat lah nyaman, tak ada orang sombong, bertingkah, dan sok plural meski ada itupun sedikit.Di kota ini juga ku mengenal seorang gadis, dan dia akan menjadi "Pemeran Utama " di tulisan ini.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Aku tak pernah menulis buku harian atau diary, ku punya banyak "diary hidup" yang bisa mendengarkan ku setiap saat, tapi pikiran iseng itu selalu menggoda ku, " Ayo Hilman, buatlah sesuatu yang baru" itu katanya, dan akhirnya aku pun tergoda.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Aku bersekolah di &lt;a href="http://www.friendster.com/smkn7"&gt;SMKN 7&lt;/a&gt; sebuah sekolah kejuruan di kota ini, dan itu adalah salah satu alsanku pindah ke kota ini.Di sekolah ini aku bertemu teman-teman yang baru, yang benar-benar baru.Dulu aku bersekolah di SMP N 1 Balikpapan sekolah terfavorit di kota itu, sekolah yang di penuhi anak-anak orang kaya dan anak-anak pejabat, di sana, anak orang kaya dan pejabat itu begitu sombong, mungkin mereka merasa tidak begitu karena mereka bergaul diantara orang-orang sombong lain.Tapi tidak di sekolah aku yang baru ini, anak-anaknya biasa aja tidak ada yang kelewat sombong, aku sangat beruntung bisa diterima di sekolah itu.Disini aku bertemu dengan seorang gadis yang menurutku -waktu aku belum megenalnya lebih jauh - adalah orang yang susah di ajak berteman, cerewet, bawel, jutek dsb.Dia adalah pacar temanku, dan aku biasa saja menanggapi hubungan mereka itu.Hingga suatu hari aku mengenalnya lebih dekat dengan cara yang cukup aneh, aku mulai memandangnya dari sudut pandang yang berbeda, dia adalah temanku. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Hubungan kami waktu itu biasa saja tak ada yang spesial dan tak ada terlintas pikiran apapun di benakku kalau nanti, suatu saat... Aku akan jatuh cinta pada nya...&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Menurutku dia teman yang baik, bisa diajak curhat, lucu, baik, yach... pokoknya macem macem lah.Pacarnya juga salah satu teman baikku, aku tak pernah berpikir kalau aku bakal membuat dia merasa dihianati.Adiknya sebenarnya juga pacarku -pacar jadi-jadian- tapi aku sayang banget sama dia.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Gadis itu -dulu- sering curhat sama aku tentang kelakuan pacarnya.Aku tau sebenarnya pacarnya itu selingkuh, tapi aku hanya bisa diam saja, aku takut kalau nanti kata-kataku bisa merusak hubungan mereka. Tapi seperti kata pepatah &lt;em&gt;"&lt;strong&gt;Kebohongan itu seperti bangkai... disembunyikan dimanapun pasti akan tercium juga baunya...&lt;/strong&gt;"&lt;/em&gt; &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Dia mulai curiga dengan sikap pacarnya yang mulai berubah, dia ceritakan semua itu sama aku, lama-lama aku mulai kasihan dan tidak enak hati sama dia, aku bingung, apa harus ku beritahu dengan resiko hubungan mereka hancur atau ku diam saja dengan resiko dia bakalan tambah sakit hati nantinya.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Dia terus mendesakku dan memojokkan aku.Dan akhirnya, mungkin persis seperti yang kamu bayangkan, Ya... aku membocorkanya.aku sudah tak tahan, aku sudah kelewat iba dan terlalu lama menyimpan dosa.Aku mau bebas dari masalah itu,tapi tampaknya tidak semudah yang aku bayangkan&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Temanku menganggap aku penghianat dan tak tahu terima kasih.Berapa saat setelah hubungan mereka berakhir hubunganku dengan pacarku juga berakhir, dia -jelas- dihasud oleh kakaknya untuk memutuskan aku, aku hanya bisa pasrah, ku anggap ini sebagai penebus dosaku yang sudah menghianati dia.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Hubunganku dengan gadis itu sempat renggang berapa saat, aku masih tak enak hati dengan temanku itu, aku tak mau disangka macam-macam olehnya, aku tak mau disangaku merebut pacar orang lain.Tapi saat hubunganku renggang dengan gadis itun aku mulai merasakan hal yang ganjil, persaan kehilangan dan kekosongan yang luar biasa membosankan.Aku tahu persaan apa itu... &lt;em&gt;Rindu&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;&lt;/em&gt;Yah begitulah, mungkin kalian yang sempat membaca tulisan ini menganggap aku munafik, tapi itu persaan yang baru saja timbul, paling tidak baru saja aku tahu kalau sebenarnya ada perasaan itu di hatiku&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Aku berusaha menahan persaanku itu sekuat yang aku bisa, tapi ternyata aku kalah, rindu itu yang menang.Aku mengatakan semua itu padanya, dan perlahan sudut pandangku padanya kembali berubah, dia adalah pujaan&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;aku mulai jatuh cinta padanya, mulai sayang padanya, mulai mersa ingin memilikinya,  mulai merasa dialah cinta yang paling indah yang pernah aku rasakan.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Tapi ternyata dia hanya mau mempermainkan ku saja,  dia tak pernah benar-benar sepenuh hati menyayangi aku.Sakit rasanya, sakit sekali, seperti ribuan belati di tancapkan keseluruh tubuhmu,&lt;br&gt;begitulah rasanya, kamu bisa merasakan darah yang semakin berkurang dari dalam tubuhmu,  mengalir seperti air terjun dan tak bisa tertahankan,&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Dia berkali-kali menancapakn belati-belati itu, tampak tak pernah puas melihat darahku mengalir  . Aku tak pernah tahu sebuas apa dia...&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Dia akhirnya dia kembali pada temanku, dan ini lah penutupnya.Belati yg terkahir, yang paling panjang dan yang paling tajam, seakan dia tahu kalau belati itu pasti bisa membunuhku.Tepat dia tusuk kejantungku, dengan buas dan bengis.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Perlahan kuhirup nafas terakhir cintaku, aku berharap ada orang yang dapat menolongku, menarik aku dari kolam darah ini...&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Cinta akan memahkotai dan menyalibmu..&lt;br&gt;Menumbuhkan dan memangkasmu&lt;br&gt;Mengangkatmu naik, &lt;br&gt;membelai ujung-ujung rantingmu yang gemulai dan membawanya ke matahari&lt;br&gt;Tapi cinta juga akan mencengkram, menggoyang akar-akarmu hingga tercerabut dari bumi&lt;br&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;(Kahlil Gibran: Cinta sang Nabi)&lt;br&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Tulisan ini aku persembahkan untuk Orang yang Pernah Mengisi Hatiku. Aku mau kapan pun kamu baca tulisan ini, pada saat kamu bersama siapupun, milik siapapun, aku akan tetap sayang sama kamu. Dan buat teman baikku Indra Pradana Utama, maaf banget atas semua yang pernah aku lakuin sama kamu.&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;br&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;small&gt; &lt;a href="http://hilman.blog.co.uk/2007/02/08/kata_isi_hati~1701378/#comments"&gt;Comments&lt;/a&gt; &lt;/small&gt; &lt;/p&gt;</content></entry></feed>
